PEMBAHASAN SOAL-SOAL BIOLOGI SMP & SMA TENTANG UPAYA PELESTARIAN SUMBER DAYA ALAM TERTENTU

  1. Kepulauan Wakatobi di Sulawesi Tenggara akhir- akhir ini menarik perhatian dunia dengan ditemukannya salah satu terumbu karang terindah di dunia. Berikut ini beberapa kegiatan yang dapat dilakukan di Kepulauan Wakatobi.

(1) Menjual karang dan ikan warna-warni dengan harga yang mahal.

(2) Menjadikan Wakatobi menjadi daerah tujuan wisata bahari dengan fasilitas yang tidak merusak terumbu karang.

(3) Melestarikan terumbu karang dengan melarang siapa pun menjamah dan mendekatinya.

(4) Menjadikan wilayah Wakatobi sebagai daerah perlindungan bawah air.

Tindakan yang paling tepat untuk melestarikan daerah tersebut adalah . . .

A. (1) dan (2)

B. (1) dan (4)

C. (2) dan (3)

D. (2) dan (4)

E. (3) dan (4)

JAWABAN : D

Penjelasan :

Terumbu karang merupakan sumber daya alam kelautan yang bersifat dapat diperbarui. Meskipun dapat diperbarui, tetapi jika pengambilan terumbu karang dilakukan secara tidak terkendali akan mengakibatkan populasinya semakin menurun. Padahal ekosistem terumbu karang memiliki keanekaragaman makhluk hidup yang tinggi. Terumbu karang merupakan habitat beberapa macam biota laut. Jika terumbu karang mengalami kerusakan, banyak biota laut yang tidak mampu bertahan hidup. Oleh karena itu, usaha yang diperlukan untuk melestarikan terumbu karang di Kepulauan Wakatobi antara lain menjadikan daerah Wakatobi sebagai daerah tujuan wisata bahari dengan fasilitas yang tidak merusak terumbu karang dan sebagai daerah perlindungan bawah air. Sementara itu, menjual karang dan ikan warna- wami dengan harga yang mahal dapat mendorong pengambilan terumbu karang semakin merajalela sehingga akan mengakibatkan populasinya menurun. Melestarikan terumbu karang dengan melarang siapa pun menjamah dan mendekatinya bukanlah tindakan bijaksana karena terumbu karang menyajikan pemandangan yang sangat indah sehingga dapat dijadikan objek wisata bawah air. Dengan adanya larangan untuk menjamah maupun mendekati, terumbu karang tidak dapat dijadikan sebagai lokasi wisata bawah air.

2. Hutan hujan tropis merupakan habitat yang paling banyak menyimpan keanekaragaman hayati. Jenis hutan ini banyak terdapat di Indonesia. Cara pemanfaatannya agar tetap lestari adalah dengan . . .

A. memanfaatkan sumber daya alamnya semaksimal mungkin

B. menggunakan alat-alat modern sehingga tidak menimbulkan kerusakan

C. membuat semua hutan menjadi kawasan tertutup

D. menggunakan metode tebang pilih dan tanam kembali

E. melakukan penelitian yang intensif di kawasan hutan tersebut

JAWABAN : D

Penjelasan :

Di dalam hutan terdapat sumber daya alam berupa kayu. Manusia melakukan penebangan kayu untuk memenuhi kebutuhannya. Penebangan kayu sebaiknya dilakukan dengan menerapkan metode tebang pilih dan tanam kembali. Pohon yang boleh ditebang yaitu pohon yang sudah tua dan berdiameter lebih besar dari 60 cm. Selanjutnya, dilakukan penanaman kembali sehingga kelestarian tumbuhan tetap terjaga. Memanfaatkan sumber daya alam semaksimal mungkin justru akan merusak ekosistem hutan. Penggunaan alat modem belum bisa menjamin keadaan hutan tetap baik. Membuat hutan menjadi kawasan tertutup bukanlah tindakan yang bijaksana. Hal ini karena di dalam hutan terdapat berbagai jenis sumber daya alam yang berguna untuk memenuhi kehidupan manusia. Penelitian yang intensif atau secara terus-menerus dapat mengganggu keseimbangan ekosistem di hutan.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda dan jika anda ingin tau lebih banyak lagi tentang soal-soal lainnya beserta pembahasannya atau anda butuh bantuan dalam pemecahan masalah soal-soal setiap mata pelajaran. Mari bergabung dengan kami di ESC Private. Lembaga privat terpercaya di Bandung, Cimahi, dan Jabodetabek yang merupakan teman belajar bagi anak.

Untuk Informasi lebih lengkap, hubungi kami melalui whatsapp/sms/tlp di 0878-8800-7284/0811-1890-600

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca artikel kami.

Sumber :

Omegawati, W. H., Sukoco, T., dan Ningsih, D. C. (2013). Detik-Detik Ujian Nasional Biologi Tahun Pelajaran 2013/2014. Yogyakarta : Intan Pariwara. Hal 10-11

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *