Bandung, ESC – Baru-baru ini Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah menetapkan kebijakan baru mengenai Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Tahun 2019 loh!

Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) dalam konferensi persnya menyebutkan bahwa ada beberapa ketentuan baru yang berbeda dari tahun sebelumnya, termasuk sistem tes yang harus dilakukan peserta sebelum mendaftar ke PTN.

Kebijakan itu ternyata berhubungan dengan pengembangan model dan proses seleksi berstandar nasional yang mengacu pada prinsip adil, transparan, fleksibel, efisien, akuntabel dan juga sesuai perkembangan teknologi informasi di era digital.

Berikut 6 aturan barunya, no 5 pasti bikin kamu bahagia!

  1. Institusi LTMPT

Jadi mulai tahun 2019 Kemenristekdikti memberlakukan kebijakan di bidang seleksi penerimaan mahasiswa baru yang dilaksanakan oleh institusi bernama Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

LTMPT ini merupakan Lembaga penyelenggara tes masuk Perguruan Tinggi (PT) bagi calon mahasiswa baru. LTMPT ini memiliki fungsi untuk mengelola dan mengolah data calon mahasiswa baru untuk bahan seleksi jalur SNMPTN dan SBMPTN oleh Rektor. PTN Melaksanakan Ujian Tulis Berbasis Komputer ( UTBK).

  1. Tes dulu, dapat nilai, baru deh daftar PTN

Tahun 2019 ini selain terdapat lembaga khusus yang mengurusi perihal pelaksanaan ujian, yakni LTMPT. Ia juga memiliki perbedaan mengenai tata pelaksanaannya loh! Kalau tahun lalu mungkin para calon mahasiswa mendaftar PTN terlebih dahulu, lalu tes, kemudian mendapatkan hasilnya. Nah kali ini berbeda. Kalian para calon mahasiswa justru harus melakukan tes terlebih dahulu, kemudian mendapatkan nilai, dan baru deh daftar PTN. Dengan kata lain sih bisa dibilang sistemnya passing grade gitu.  

  1. Hanya ada 1 model tes

Menristekdikti menambahkan, pelaksanaan SBMPTN 2019 hanya ada satu metode tes yaitu Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Jadi mulai tahun 2019 ini metode Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) ditiadakan.

  1. Ada 2 materi tes

Untuk kalian yang bertanya bagaimana mengenai pola seleksi masuk PTN tahun 2019? Ternyata pola seleksi masuk PTN tetap akan dilaksanakan melalui dua materi tes, yakni Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA). Untuk soal TKA, tetap akan menggunakan pilihan Ujian Sains dan Teknologi (Saintek) serta Sosial Humaniora (Soshum).

  1. Bisa melakukan tes 2 kali

Nah ini dia yang pasti bakal bikin kalian para calon mahasiswa bahagia! Menurut Ketua Panitia SBMPTN 2018, Peserta Tes Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2019 dapat mengikuti UTBK maksimal sebanyak dua kali loh, dengan membayar uang pendaftaran UTBK sebanyak Rp. 200.000 pada setiap tes.

Dan kabar baiknya lagi adalah peserta dapat menggunakan nilai tertingginya dalam mendaftar program studi yang diinginkan, pada dua kali UTBK, dengan jenis soal yang sama, namun pertanyaannya berbeda. Jadi kalian ga perlu khawatir jika tes yang kedua ternyata akan lebih buruk, karena kalian akan menggunakan salah satu nilai tertingginya.  Dan lagi kalian bisa mempersiapkan ini baik-baik apalagi jika kalian sudah mengetahui model soalnya. Benar bukan?

  1. UTBK diselenggarakan 24 kali

Pelaksanaan UTBK tahun ini ternyata akan dilaksanakan sebanyak 24 kali loh dalam setahun! Dan ini akan dilaksanakan dalam kurun waktu 12 hari yakni di hari Sabtu dan Minggu. Pelaksanaan SBMPTN akan dilaksanakan bulan Maret 2019 dan akan serentak dimulai pukul 08.00 dan pukul 13.00.

sumber gambar: beta.genmuda.com

referensi : wartakota.tribunnews.com & sbmptn.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *