Pengaturan Keuangan dalam rumah tangga akan menjadi terasa mudah ketika rasa saling percaya sudah terbangun dan terjaga satu sama lain. Meskipun begitu, kita tetap harus mengetahui bagaimana cara mengatur keuangan rumah tangga karena ini adalah hal yang penting. Berikut ini penulis akan rangkumkan beberapa langkah Mengatur keuangan rumah tangga yang bisa dicoba oleh anda sendiri.

  • Proyeksikan Pendapatan 1 Bulan

Langkah pertama adalah proyeksikan pendapatan yang akan diperoleh dalam satu bulan ini. Lakukan ini jelang tanggal gajian. Tentu sang suami dan istri tersebut sudah tahu berapa pendapatan tetap mereka dari pekerjaan. Tapi proyeksi ini maksudnya untuk menghitung berapa pendapatan yang datang dari rumah yang dikontrakkan, uang lembur di kantor, penghasilan dari pekerjaan sambilan, laba dari bisnis kecil-kecilan, dan lain-lain.

 

  • Sisakan Untuk Tabungan dan Investasi

Dari total pendapatan tersebut, silahkan hitung dan sisihkan sebesar 25%-30% untuk tabungan dan investasi. Silakan diatur perbandingan antara tabungan dan investasi tersebut. Biasanya, tabungan untuk pengeluaran besar yang akan terjadi dalam jangka pendek. Misalnya uang pangkal untuk putra/putri yang baru akan masuk sekolah. Atau pelunasan DP rumah tinggal. Sedangkan uang yang akan diinvestasikan adalah uang yang kira-kira tidak akan digunakan dalam setahun ke depan. Dari jumlah tersebut, baru bisa dialokasikan ke instrumen-instrumen investasi seperti emas, saham, dan sebagainya.

 

  • Proyeksikan Pengeluaran Sebulan Berikutnya

Lakukan proyeksi pengeluaran 30 hari berikutnya. Mulai dari kewajiban-kewajiban yang sifatnya tetap seperti cicilan kredit. Bila pengaturan keuangan rumah tangga cukup sehat, maka seharusnya pengeluaran untuk kewajiban-kewajiban tidak akan lebih dari 30% dari total pendapatan suami istri. Baru ke pengeluaran rutin rumah tangga. Pada bulan-bulan tertentu akan muncul pengeluaran seperti uang sekolah anak, uang kursus anak, uang untuk liburan keluarga, dan beragam pengeluaran lainnya.

 

  • Sisakan Untuk Dana Cadangan

Sisa yang tersimpan dari proyeksi pendapatan dan pengeluaran tersebut masuk ke dalam kategori dana cadangan. Dana ini wajib disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan mendesak, seperti apabila terjadi kecelakaan, musibah, dan keperluan sekolah anak.

 

  • Tuliskan Rencana

Langkah paling akhir adalah menyusun hasil dari 4 langkah di atas ke dalam satu rencana sederhana. Rencana ini berbentuk tabel yang memuat tanggal, pemasukan, pengeluaran, dan saldo. Tabel ini mirip dengan buku tabungan. Intinya adalah berbagai pemasukan dan pengeluaran yang sudah terbayang dalam langkah pertama dan ketiga dituangkan ke dalam tabel.

 

Dengan proyeksi sekaligus perencanaan keuangan seperti di atas, maka suami-istri akan siap untuk menerima uang kontan pendapatan keluarga. Dan tentunya semua tahap di atas tidak akan bermanfaat apabila dilakukan secara tidak konsisten. Tanpa kesadaran penuh, akan ada pengeluaran-pengeluaran yang mendadak dan pembelian yang impulsif.

 Referensi: cermati.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *